Laku Pandai

 

​​​Laku Pandai disingkat dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, yaitu Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

Kenapa Laku Pandai diperlukan?

  • Masih banyak anggota masyarakat yang belum mengenal, menggunakan atau mendapatkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya. Antara lain, karena bertempat tinggal di lokasi yang jauh dari kantor bank atau adanya biaya atau persyaratan yang memberatkan.
  • OJK, industri perbankan, dan industri jasa keuangan lainnya berkomitmen mendukung terwujudnya keuangan inklusif.
  • Pemerintah Indonesia mencanangkan program Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) padaJuni 2012, satu program di antaranya adalah branchless banking.
  • Branchless banking yang ada sekarang perlu dikembangkan agar memungkinkan layanan perbankan dan layanan keuangan lainnya menjangkau segenap lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan menyediakan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum dapat menjangkau layanan keuangan. Selain itu, juga melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia, terutama antara desa dan kota.

Produk-produk yang disediakan dalam program ini adalah tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account (BSA), kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, dan produk keuangan lainnya seperti Asuransi Mikro.


Perkembangan Laku Pandai

 Juni 2015September 2015Desember 2015Maret 2016Juni 2016September 2016
Jumlah Bank penyelenggara6 bank (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BTPN, dan BCA)6 bank7 bank ( + BPD Kaltim)9 BU Konvensional (+ Bank Sinarmas dan Bukopin)12 BU Konvensional dan 1 BU Syariah (+ BRI Syariah, Bank Sahabat Sampoerna, BJB dan Bank Jateng)​14 BU
Konvensional dan 2 BU Syariah (+Bank Danamon, BPD Riau dan BTPN Syariah)

Jumlah agen perorangan/

outlet badan hukum

3.734 Agen19.411 Agen60.805 Agen84.374 Agen104.707 Agen​160.490 Agen
Jumlah outstanding rekening35.984 Nasabah1.061.076 Nasabah1.216.952 Nasabah1.351.798 Nasabah1.626.068 Nasabah​1.949.005 Nasabah
Jumlah outstanding tabunganRp 2,9 MilyarRp 40 MilyarRp 67 MilyarRp 50 MilyarRp 63 Milyar​Rp 93 Milyar
Jumlah provinsi tempat agen30 Provinsi33 Provinsi34 Provinsi (Seluruh Indonesia)34 Provinsi (Seluruh Indonesia)34 Provinsi (Seluruh Indonesia)​34 Provinsi (Seluruh Indonesia)
Jumlah kabupaten/kota

211

(dari total 514 Kabupaten/

Kota)

368

(dari total 514 Kabupaten/

Kota)

385

(dari total 514 Kabupaten/

Kota)

427

(dari total 514 Kabupaten/

Kota)

499

(dari total 514 Kabupaten/

Kota)

499

(dari total 514 Kabupaten/

Kota)


Lampiran:

Buku Saku Laku Pandai
Leaflet versi Umum
Leaflet versi Ibu Rumah Tangga
Leaflet versi Pelajar