Road Map

 

ROAD MAP IMPLEMENTASI BASEL II DI INDONESIA

:: Pilar 1. Langkah-langkah yang harus dilakukan:

  • National Discretion : (i) Otoritas Pengawas harus menetapkan definisi, pendekatan & thresholds implementasi; (ii) Menetapkan prudential standards & rules for compliance
  • Dampak Kuantitatif Basel II : (i) Memberikan operational framework bagi bank; (ii) Mengukur dampak potensial terhadap permodalan
  • Penilaian Praktek dan Kesiapan Bank : (i) Menilai kesiapan, gaps dan implementation challenges; (ii) Melakukan dialog secara bilateral
  • Menyiapkan Perbankan untuk Implementasi : Mendorong bank melakukan perbaikan untuk menerapan pendekatan yang lebih sophisticated
  • Menyusun Pedoman Pengawasan/Pemeriksaan : (i) Menyusun pedoman kualifikasi untuk advanced approaches; (ii) Menyusun pedoman bagi pemeriksa melakukan evaluasi atas kepatuhan bank terhadap standar
  • Proses Approval : (i) Mengkomunikasikan proses transisi pendekatan; (ii) Memfasilitasi progress dalam rencana implementasi
  • Pertukaran informasi diantara otoritas pengawas : (i) Memfasilitasi cross-border supervision; (ii) Melakukan dialogue mengenai tantangan dan hambatan implementasi

:: Pilar 2. Supervisory Issues, beberapa isu pokok yang perlu dipersiapkan :

  • Apakah bank telah memiliki kerangka proses penilaian kecukupan modal (internal capital adequacy assessment process - ICAAP) yang baik? Bagaimana mendefinisikan ‘sound’ framework?
  • Bagaimana pengawas menerapkan supervisory minimum standards pada saat melakukan penilaian kualitas ICAAP bank?
  • Apakah terdapat standar pengukuran ‘other material risks’?
  • Bagaimana pengawas memastikan obyektivitas dan transparasi dari proses Pillar 2?

:: Pilar 3. Langkah-langkah yang harus dilakukan:

  • Menilai gap antara current vs Basel II disclosure requirements
  • Meningkatkan infrastruktur yang mendukung transparansi
  • Mereview kembali overlap antara accounting vs Basel II requirements
  • Mengidentifikasi berbagai prekondisi yang diperlukan sehingga peningkatan cakupan dan kualitas disclosures dapat mendorong market disciplines
  • Menformulasi cara untuk menilai efektivitas Pilar 3

PEMBENTUKAN WORKING GROUP BASEL II DI INDONESIA

:: Position Paper Working Group untuk pelaksanaan Implementasi Basel II di Indonesia

Dokumen “Internationally Convergence of Capital Measurement and Capital Standard – A Revised Framework” (Basel II) yang diterbitkan oleh Basel Committee on Banking Supervision dari Bank for International Settlements (BIS), merupakan penyempurnaan dari Basel Accord 1988 (Basel I), yang memberikan kerangka perhitungan modal yang bersifat lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive) serta memberikan insentif terhadap peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di bank. Secara khusus, Basel II diperuntukan bagi internationally active banks yang bertujuan meningkatkan keamanan dan kesehatan sistem keuangan secara internasional, dengan menitikberatkan pada perhitungan permodalan yang berbasis risiko, supervisory review process, dan market discipline. Framework Basel II disusun berdasarkan forward-looking approach yang memungkinkan untuk dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian dari waktu ke waktu. Hal ini untuk memastikan bahwa framework Basel II dapat mengikuti perubahan yang terjadi di pasar maupun perkembangan-perkembangan dalam manajemen risiko.

Bagi negara-negara G10, Basel II direncanakan akan diterapkan pada akhir tahun 2006. Namun, kerangka waktu tersebut bukan merupakan agenda yang mengikat bagi negara-negara di luar G10 mengingat masing-masing negara memiliki skala prioritas yang berbeda dalam pengembangan pengawasannya, misalnya prioritas untuk meningkatkan pemenuhan prinsip-prinsip pengawasan bank yang efektif (Basel Core Principles). Penetapan kerangka waktu oleh setiap negara juga terkait erat dengan persiapan berbagai prakondisi yang dipersyaratkan untuk menerapkan Basel II, antara lain kualitas penerapan manajemen risiko serta sistem informasi dan database di perbankan, kondisi infrastruktur yang mencakup standar akuntansi dan eksistensi lembaga pemeringkat, serta kesiapan otoritas pengawas, khususnya dalam menetapkan berbagai diskresi (national discretion).

Lampiran : Ringkasan Eksekutif Position Paper Working Group

:: Pembentukan Tim Khusus untuk Pelaksanaan Basel II di Indonesia

Pembentukan Tim Khusus Penerapan Kerangka Permodalan Bank sesuai Basel II di Indonesia terdiri dari Tim Pengarah, Tim Kerja – Sub Tim Credit Risk, Tim Kerja – Sub Tim Market Risk, Tim Kerja – Sub Tim Operational Risk, Tim Kerja – Sub Tim Pilar III, dan Tim Teknis.

Lampiran : Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 8/32/KEP.GBI/2006 tentang Pembentukan Tim Khusus Dalam Rangka Persiapan Implementasi Kerangka Permodalan Bank Sesuai Basel II di Indonesia

Implementasi Basel

Right Menu

Terjadi kesalahan ketika memuat menu kanan.
Harap hubungi Site Administrator
Implementasi Basel - Perbankan
Perbankan
Implementasi Basel

Object reference not set to an instance of an object.
at PortalOJK.WebControls.Shared.RightMenu.<>c__DisplayClass8.b__6() at Microsoft.SharePoint.Utilities.SecurityContext.RunAsProcess(CodeToRunElevated secureCode) at Microsoft.SharePoint.SPSecurity.RunWithElevatedPrivileges(WaitCallback secureCode, Object param) at Microsoft.SharePoint.SPSecurity.RunWithElevatedPrivileges(CodeToRunElevated secureCode) at PortalOJK.WebControls.Shared.RightMenu.BindRightMenuXML()