Laporan Tahunan OJK 2013

Jul 22 2014
Hits : 2825
Jumlah Download : 196
Puji syukur kami panjatkan atas rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa sejak awal tahun 2013 Otoritas Jasa Keuangan telah mulai beroperasi. Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan membuka cakrawala baru bagi Industri Jasa Keuangan dengan menyatukan kewenangan pengaturan dan pengawasan terhadap industri Pasar Modal dan Industri Keuangan Nonbank (IKNB) dari Bapepam-LK, Kementerian Keuangan dan Industri Perbankan dari Bank Indonesia, ke dalam satu otoritas tunggal.

Otoritas Jasa Keuangan memiliki tanggung jawab yang begitu besar bagi perekonomian Indonesia karena mengemban dua amanat besar yaitu melakukan pengaturan dan pengawasan secara terintegrasi terhadap seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan, dan melakukan Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Selama 2013, kondisi pasar keuangan global menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Kondisi pasar yang kondusif di awal 2013 yang sempat memberikan harapan akan adanya pemulihan, berbalik terkoreksi secara tajam di semester II 2013 sebagai akibat pelaksanaan tapering dan kebijakan debt ceiling AS serta belum konklusifnya penyelesaian krisis Eropa. Kondisi ekonomi dan pasar keuangan global tersebut sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian maupun kinerja pasar keuangan domestik. Pertumbuhan ekonomi yang melambat, pelemahan nilai tukar, serta meningkatnya biaya pembiayaan mewarnai perkembangan ekonomi di tahun 2013.

Sementara itu, pada akhir 2013, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada posisi 4.274,18 atau mengalami penurunan sebesar 0,98%. Namun demikian, ditengah penurunan IHSG tersebut, industri keuangan domestik secara umum masih menunjukan ketahanan yang cukup baik. Berbeda dengan kondisi IHSG, nilai kapitalisasi pasar saham mengalami peningkatan sebesar 2,23%, menjadi Rp 4.219 triliun.

Sejalan dengan nilai kapitalisasi pasar saham, kinerja industri 
Reksa Dana relatif tidak terpengaruh dengan perlambatan ekonomi global, total Nilai Aktiva Bersih (NAB) meningkat sebesar 2,64% menjadi Rp 192,54 triliun. Sementara itu, IKNB yaitu industri perasuransian, dana pensiun, perusahaan pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya serta IKNB Syariah secara umum mengalami peningkatan kinerja. Total aset IKNB di akhir Desember 2013 mencapai Rp 1.320,78 triliun atau naik 13,6%.

Setahun telah berlalu, banyak hal telah dilakukan untuk mewujudkan visi dan misi Otoritas Jasa Keuangan. Pada awal beroperasinya, Otoritas Jasa Keuangan menitikberatkan perhatian pada upaya-upaya penguatan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan berbasis risiko atas kegiatan jasa keuangan di industri Pasar Modal dan IKNB.

Akhir kata, kami atas nama Dewan Komisioner menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Otoritas Jasa Keuangan. Penghargaan yang tulus kami sampaikan pula kepada seluruh jajaran pegawai Otoritas Jasa Keuangan yang telah bekerja dengan penuh kesungguhan dan dedikasi tinggi dalam mewujudkan visi dan misi Otoritas Jasa Keuangan.

Muliaman D. Hadad
Ketua Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan
Test
Data dan Statistik

Right Menu Subsite

OJK - Data dan Statistik
Data dan Statistik