OJK Terbitkan Laporan Triwulan IV Tahun 2013

Jun 15 2014
Hits : 4261
Jumlah Download : 31
Otoritas Jasa Keuangan, 15 Juni 2014: Selama triwulan IV tahun 2013, pasar keuangan global masih menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Dirilisnya hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dilaksanakan akhir September2013 kembali memicu pelemahan kinerja pasar keuangan sebagaimana yang terjadi pada triwulan III. Kondisi fluktuatif yang terjadi di pasar global tersebut turut berimbas terhadap pasar keuangan Indonesia.

Sebagaimana beberapa emerging market seperti Afrika Selatan, Brazil, India, dan Turki, pasar keuangan Indonesia juga mengalami pelemahan selama dua bulan terakhir pada 2013. Kondisi ekonomi dan pasar keuangan tersebut sangat mempengaruhi kinerja pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia selama triwulan IV mengalami penurunan sebesar 0,97%, ditutup pada posisi 4.274,18.

Nilai kapitalisasi saham juga mengalami penurunan menjadi Rp4.219,02 triliun. Pasar obligasi juga tidak terlepas dari tekanan, terutama pasar SBN. Imbal hasil (yield) SBN jangka waktu lima tahun mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Penjualan saham oleh investor nonresiden ikut mendorong pelemahan kinerja pasar modal. Namun demikian, pelemahan di pasar keuangan tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap produk investasi lainnya seperti reksa dana. Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana pada triwulan ini naik 0,38% menjadi sebesar Rp 192,54 triliun.

Pada triwulan IV ini, Otoritas Jasa Keuangan juga telah melaksanakan serangkaian langkah-langkah dalam mengoptimalkan pengawasan dan pengaturan secara berkelanjutan terhadap industri pasar modal dan IKNB. Sebagai upaya mengembangkan suatu kerangka regulasi yang memastikan adanya harmonisasi serta sinergi antara industri pasar modal dan IKNB, beberapa ketentuan telah diterbitkan, diantaranya tentang pengawasan produk investasi serta mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan.

Sementara itu, dalam mendukung upaya terciptanya perlindungan konsumen dan masyarakat yang memadai, Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan peraturan yang memungkinkan diajukannya gugatan perdata dalam konteks perlindungan konsumen, membentuk sistem perlindungan konsumen keuangan yang terintegrasi dan melaksanakan berbagai program edukasi keuangan. Selain itu, OJK juga telah menyelesaikan penyusunan blueprint Strategi Nasional Literasi Keuangan (SNLK) serta menerbitkan hasil survey literasi keuangan 2013.

Otoritas Jasa Keuangan berkeyakinan bahwa melalui harmonisasi kebijakan, penyelenggaraan pengaturan, dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan, serta dengan dukungan pemangku kepentingan yaitu Bank Indonesia, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat akan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global dan dapat memajukan kesejahteraan umum. 

Test
Data dan Statistik

Right Menu Subsite

OJK - Data dan Statistik
Data dan Statistik