Laporan Perkembangan Keuangan Syariah 2013

Sep 17 2014
Hits : 3516
Jumlah Download : 29
Otoritas Jasa Keuangan, 17 September 2014: Sebagai pengawas industri keuangan, Otoritas Jasa Keuangan akan terus mencermati perubahan-perubahan lingkungan dan situasi perekonomian yang dapat berpengaruh terhadap kondisi industri dan sistem keuangan nasional, termasuk terhadap perbankan dan keuangan syariah. Selama 2013, meski diwarnai perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pelemahan kinerja pasar keuangan serta proses transisi pengalihan pengawasan perbankan dari Bank Indonesia ke OJK, secara umum perkembangan keuangan syariah maupun pengaturan serta pengawasan industri keuangan syariah termasuk perbankan syariah tetap berjalan dengan baik.

Sepanjang 2013 ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan relatif terjaga meskipun kinerjanya sedikit menurun seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ekspansi kredit perbankan nasional mencapai 21,4% (yoy) atau sedikit melambat dari tahun 2012 sebesar 23,1% (yoy), antara lain karena dampak kenaikan inflasi dan penerapan kebijakan Loan To value (LTV) pada kredit konsumsi. Meski demikian, kinerja intermediasi masih positif tercermin dari peningkatan kontribusi kredit ke sektor produktif, sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan tercatat menurun dari 15,8% (yoy) pada 2012 menjadi 13,6% (yoy) di 2013.

Sejalan kondisi industri perbankan nasional, perlambatan pertumbuhan ekonomi juga mempengaruhi laju pertumbuhan perbankan syariah. Meskipun mengalami perlambatan, laju pertumbuhan aset perbankan syariah tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan aset perbankan secara nasional, sehingga pangsa perbankan syariah secara keseluruhan dengan memasukkan BPRS terhadap industri perbankan nasional meningkat dari 4,61% menjadi 4,93%.

Pasar modal syariah juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, selain terdapat peningkatan market share pasar modal syariah yang tercermin antara lain dari jumlah saham syariah pada 2013 yang meningkat sebesar 2,79% dibanding jumlah saham syariah tahun sebelumnya, juga terdapat peningkatan jumlah saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) dibanding periode sebelumnya. Peningkatan juga terjadi pada akhir 2013 atas nilai kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan mengalami peningkatan sebesar 4,35% jika dibandingkan kapitalisasi pasar saham ISSI pada akhir Desember 2012.

Industri keuangan Non Bank (IKNB) Syariah yang diawasi oleh OJK meliputi Perusahaan Perasuransian Syariah, Dana Pensiun Syariah, Lembaga Pembiayaan Syariah dan Lembaga Jasa Keuangan Syariah Lainnya. Untuk sektor dana pensiun, secara legalitas kelembagaan saat ini belum terdapat entitas dana pensiun syariah. Namun demikian, OJK saat ini sedang mempersiapkan konsep pengaturan dan pengembangan dana pensiun syariah.

Lebih jauh, selain terus melakukan upaya sosialisasi dan edukasi masyarakat bersama lembaga terkait dan publik, kerjasama domestik dan internasional juga terus berjalan. Aktivitas pengembangan industri keuangan syariah dilakukan bersama-sama dengan lembaga khusus terkait keuangan dan perbankan syariah seperti DSN, asosiasi industri, asosiasi profesi dan lembaga terkait lainnya. 

Berkenaan dengan prospek keuangan syariah ke depan, diharapkan kondisi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian tidak begitu banyak berpengaruh terhadap kondisi keuangan syariah domestik. Perbankan dan keuangan syariah Indonesia diyakini masih bertumbuh dan prospektif, tercermin dari pengembangan pasar yang masih besar di dalam negeri. Selain itu, optimisme dunia internasional terhadap keuangan syariah Indonesia masih cukup tinggi. Hal ini tampak dari penilaian Ernst & Young dalam World Islamic Banking 
Competitives Report 2013-2014 maupun UKs Global Islamic Finance Report 2013 bahwa keuangan syariah Indonesia adalah termasuk kedalam rapid growth market dan dynamic market, serta telah menjadi reference pengembangan keuangan syariah maupun berpotensi sebagai salah satu pendorong keuangan syariah dunia.
Test
Data dan Statistik

Right Menu Subsite

OJK - Data dan Statistik
Data dan Statistik