Capaian Kinerja 2015 dan Program Strategis 2016 Industri Keuangan Non-Bank

Feb 2 2016
Jumlah Download : 20

 

Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta, 1 Februari 2016Bertolak dari hasil evaluasi capaian kinerja di 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) cukup puas dengan kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang pada 2015 mengalami peningkatan jumlah aset dan layanan terhadap seluruh masyarakat. Meskipun kondisi perekonomian global mengalami tekanan deflasi, termasuk Amerika Serikat sedang menuju pemulihan ekonomi, akan tetapi IKNB tidak mengalami dampak atau guncangan langsung sehingga tidak ada potensi risiko yang akan dialami oleh IKNB.

Sektor IKNB akan senantiasa didorong oleh OJK untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional yang optimal. Sebagai bagian dari upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, Pemerintah mencanangkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas UMKM termasuk start-up company, serta ketahanan pangan. Dalam rangka mendukung keberhasilan program strategis pemerintah, OJK turut serta mendorong Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Penjaminan untuk berpartisipasi aktif dalam menerbitkan produk dan layanan jasa keuangan yang menunjang program pemerintah dimaksud. Oleh karena itu, OJK membentuk beberapa Pokja dan berinisiatif mendorong Asosiasi IKNB secara langsung mendukung dan memberikan paket investasi asuransi, dana pensiun, pembiayaan dan penjaminan terhadap sektor-sektor tertentu.

Adapun penjelasan lebih lanjut terhadap capaian kinerja 2015 dan program strategis 2016, dijelaskan sebagai berikut:

Statistik Industri Perasuransian 2015

Sampai dengan bulan Desember 2015, jumlah Perusahaan Asuransi terdiri atas 50 Perusahaan Asuransi Jiwa, 76 Perusahaan Asuransi Umum, Perusahaan Reasuransi, tiga Asuransi Wajib dan delapan Perusahaan Asuransi Syariah. Selain itu, Perusahaan Jasa Penunjang Asuransi terdiri atas Perusahaan Pialang Asuransi, 37 Perusahaan Pialang Reasuransi, dan 28 Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi.

Jumlah premi asuransi konvensional selama 2015 sebesar Rp 181,47 triliun, sedangkan jumlah klaim sebesar Rp 104,87 triliun. Selain itu, jumlah kontribusi asuransi syariah selama 2015 sebesar Rp 10,49 triliun, sedangkan jumlah klaim bruto sebesar Rp 3,34 triliun.

Statistik Lembaga Pembiayaan 2015

Selama 2015, jumlah aset Perusahaan Pembiayaan tumbuh 1,25% menjadi sebesar Rp 425,72 triliun, sedangkan aset Perusahaan Modal Ventura menjadi sebesar Rp 8,9 Triliun. Selain itu, jumlah aset Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur tumbuh 174,69% menjadi sebesar Rp 38,24 Triliun.

Statistik Dana Pensiun 2015

Selama 2015, jumlah aset neto Dana Pensiun tumbuh 6,3% menjadi sebesar Rp 205,05 triliun. Selain itu, jumlah investasi Dana Pensiun juga tumbuh 6,9% menjadi Rp 199,05 triliun.

Statistik Lembaga Penjaminan 2015

Selama 2015, Lembaga Penjaminan semakin memperluas pangsa pasar penjaminan kredit bagi UMKM sehingga nilai outstanding penjaminan mengalami peningkatan 9,84% menjadi Rp 101,74 triliun.

Kinerja OJK di 2015

Secara umum, selama 2015 OJK telah melaksanakan berbagai program strategis terutama dalam rangka meningkatkan kontribusi IKNB pada sektor prioritas pembangunan nasional dan program peningkatan kualitas layanan kepada pelaku IKNB. Adapun gambaran lebih detail capaian kinerja tahun lalu, sebagai berikut:

1. Penetapan 34 Peraturan di bidang IKNB yang terdiri dari 14 POJK, 2 PDK, 15 SEOJK dan 3 SEDK
2. Optimalisasi kapasitas asuransi dan reasuransi dalam negeri
3. Mendorong ketersediaan produk asuransi untuk mendukung pertumbuhan sektor riil dan program pemerintah
4. Penyempurnaan proses bisnis perizinan (e-licensing) dan perizinan terintegrasi
5. Pokja pembiayaan berorientasi ekspor dan ekonomi kreatif
6. Pokja pembiayaan kemaritiman
7. Sinergi IKNB dengan Koperasi
8. Pendirian Indonesia Investment Club


Program Strategis 2016

OJK memiliki program strategis yang sangat mendukung program Pemerintah, terutama pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan. Berikut disajikan program strategis OJK untuk tahun 2016:

1. Asuransi Usaha Tani Padi (Pertanian);

2. Asuransi Penyingkiran Kerangka Kapal;
3. Asuransi Nelayan
4. Tarif Premi Asuransi
5. Asuransi Ternak Sapi dan Pokja Ketahanan Pangan
6. Sepuluh juta agen berlisensi
7. Kapasitas Asuransi dan Reasuransi
8. Pokja Pariwisata
9. Pokja Energi Baru dan Energi Terbarukan
10. Pokja Pembiayaan Rumah Sederhana
11. Pokja Pembiayaan Mikro Mandiri
12. Pokja Infrastruktur Jalan Tol
13. Financial Sector Assessment Program Sektor Perasuransian
14. Spin-off Unit Usaha Syariah
15. Penyusunan 22 (dua puluh dua) Peraturan OJK dan 25 (dua puluh lima) Surat Edaran OJK terkait Industri Keuangan Non Bank
16. Mendorong peran LPEI dalam meningkatkan pembiayaan, khususnya pada sektor industri kreatif dan UMKM
Lembaga Rating UMKM
17. Peningkatan peran Lembaga Penjaminan untuk pengembangan industri maritim, berorientasi ekspor, ekonomi kreatif, dan sektor lainnya
18. Penguatan fungsi Lembaga Penjaminan di tingkat pusat dan daerah
19. Peningkatan peran Lembaga Penjaminan dalam pemberdayaan pelaku UMKM dan Koperasi
20. Pengelolaan Dana Pensiun untuk manfaat pesangon, haji dan umroh, pendidikan dan perumahan

 

Artikel Lain
Test
Berita dan Kegiatan

Right Menu Subsite

Info Terkini - Berita dan Kegiatan
IKNB
Berita dan Kegiatan