SP 85/DKPU/OJK/IV/2026
SIARAN PERS
PERKUAT PERAN PEREMPUAN DALAM MENDORONG PEMBANGUNAN NASIONAL DI ERA DIGITAL
Webinar “Kartini Masa Kini: Perempuan, Pengetahuan, dan Perubahan"
Jakarta, 28 April 2026. Peran perempuan Indonesia harus semakin diperkuat agar semakin berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat ketahanan sosial di tengah percepatan transformasi digital.
Demikian benang merah webinar bertajuk “Kartini Masa Kini: Perempuan, Pengetahuan, dan Perubahan" yang digelar OJK di Jakarta, Selasa yang dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta diikuti lebih dari 5.000 peserta secara online.
Menurut Friderica, perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.
“Tentu peran dan kontribusi kepemimpinan perempuan sangat penting dan strategis, baik itu dalam lingkup keluarga, profesional, dan seluruh sektor lainnya. Kemudian peningkatan kesejahteraan keuangan dan menjaga trust sebagai tujuan utama transformasi di sektor jasa keuangan menuju Indonesia Emas 2045, yang saya yakin juga banyak didukung oleh para perempuan di sektor jasa keuangan," kata Friderica.
Friderica juga menekankan bahwa penguatan kapasitas perempuan menjadi faktor penting dalam menciptakan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Semua peran penting perempuan yang sangat luar biasa, dan harus kita dukung dan kita equip mereka dengan literasi, pengetahuan, keahlian, keterampilan yang bisa mendukung mereka mencapai kesejahteraan keluarga, maupun setidaknya melindungi mereka dari berbagai scam dan penipuan," tegasnya.
Sementara itu, Meutya Hafid menekankan bahwa perempuan memiliki peran yang semakin penting dalam ekosistem ekonomi dan digital nasional, termasuk dalam memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif dan aman.
“Peran perempuan akan semakin hebat lagi semakin besar lagi di sektor ekonomi atau menopang pertumbuhan ekonomi negara," tambah Meutya.
Untuk mendukung peran itu, menurut Meutya ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi kaum perempuan. Salah satu tantangannya adalah kejahatan-kejahatan keuangan yang banyak sekali menyasar perempuan.
“Nah bagaimana ketika kita masuk tidak hanya aksesnya yang dibuka tapi pelindungan terhadap perempuan di wilayah itu juga dijaga dengan baik,“ kata Meutya.
Menurutnya, Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini juga sedang menggencarkan berbagai kegiatan pelindungan anak yang akan berdampak terhadap perempuan.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai kalangan, termasuk insan OJK, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, media, serta masyarakat umum, yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan transformasi digital.
OJK menilai bahwa pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, akses, dan pelindungan merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi nasional.
***
Informasi lebih lanjut:
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi – Agus Firmansyah
Telp. (021) 29600000; Email: humas@ojk.go.id