Sign In

Anggota Dewan Komisioner

Hits : 162632
​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​Anggota Dewan Komisioner ​​​

Friderica Widyasari Dewi meraih gelar Sarjana di bidang ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2001. Kemudian melanjutkan pendidikan di California State University, USA dan mendapatkan gelar Master of Business Administration di tahun 2004, serta meraih gelar Doktor di bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada di tahun 2019.

Friderica lahir di Cepu, 28 November 1975 telah menjalani lebih dari 10 tahun karir di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (2009-2015).

Kariernya berlanjut di self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016. Selanjutnya menjabat sebagai Direktur Utama PT KSEI pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas tahun (2020-2022). 

Friderica juga diketahui memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019.  

Dian Ediana Rae lahir di Bandung, 4 April 1960. Ia lulusan Doktor Bidang Hukum Ekonomi Keuangan dari Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude. Ia menamatkan pendidikan Master bidang Hukum Bisnis University of Chicago Law School. Dian juga sempat mengambil Law Course di Georgetown University, Washington DC, Amerika Serikat, dan Summer School for International Finance Law di Oxford University, Inggris.

Sejalan dengan keilmuan yang dimiliki, Dian pun banyak berkecimpung di bidang hukum ekonomi dan bisnis. Dian Ediana Rae memulai kariernya di bidang keuangan di Bank Indonesia. Dian menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia, tepatnya untuk penugasan di London pada tahun 2010- 2013, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI yang kewenangannya meliputi daerah Jawa Barat dan Banten pada 2013-2014, serta sebagai Kepala Departemen Regional I Bank Indonesia Sumatera untuk masa jabatan 2014-2016. Sebelum akhirnya menjadi Wakil Kepala PPATK pada 2016-2020, dan kemudian diangkat menjadi Kepala PPATK periode 2020-2021.

Selain itu, Dian Ediana Rae juga pernah ditunjuk sebagai Vice Chair di Kelompok Kerja Pertukaran Informasi the Egmont Group. Dian juga terpilih sebagai Regional Representative the Egmont Group untuk kawasan Asia Pasifik, anggota the Egmont Group Committee, dan juga menjabat sebagai Co-Chair dalam Financial Intelligence Consultative Group (FICG) di kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru pada tahun 2018-2021.

Hasan Fawzi lahir di Purwakarta 27 April 1970. Meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993, dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LÍAE de Grenoble, Université Pie​rre Mendes, France. Kemudian mendapat gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.

Hasan Fawzi memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997, kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan​ Efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997-2008. Selanjutnya, Hasan Fawzi menjadi Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012, Direktur Utama KPEI selama dua periode 2012-2015 dan 2015-2018, dan Direktur Pengembangan BEI pada 2018 - 2022.

Hasan sebelumnya juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit (2022–2023), Komisaris Utama dan Independen PT RHB Sekuritas Indonesia (2022–2023), dan Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk (2023).

Lahir di Bogor, 21 Mei 1961, Ogi Prastomiyono memperoleh gelar sarjana Teknologi Industri Pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1984, dan Master of Business Administration dari University of Notre Dame, Amerika Serikat, pada t​ahun 1994.​​​

Beliau sebelumnya menjabat sebagai Direktur Layanan Strategis PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (2018-2021) dan Wakil Komisaris Utama PT Vale Indonesia Tbk (2020-2022).

Ogi memulai karir di Bank Ekspor Impor Indonesia atau Exim Bank pada 1986. Di sana, ia menduduki posisi sebagai Loan Officer di Divisi Kredit Perkebunan. Posisi terakhirnya di Exim Bank sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan.

Di tahun 1999, beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki berbagai posisi yang berbeda di Bank Mandiri sebelum duduk di Direksi, yaitu Kepala Divisi Compliance (1999-2001), Deputy Chairman – IPO Working Team (2001-2003), Managing Director Bank Syariah Mandiri (2003-2005), Group Head Compliance (2005-2006), dan Group Head Internal Audit (2006-2008).

Dan setelahnya, beliau diangkat sebagai Direktur Compliance & Human Capital Bank Mandiri (2008-2014), sebagai Direktur Risk Management & Compliance (2014-2015), sebagai Direktur Technology & Operations (2015-2016), dan sebagai Direktur Operations tahun (2016-2018).

Lahir di C​irebon, 24 Februari 1969, Sophia Issabella Watimena menyandang gelar Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Ia lalu menamatkan pendidikan Master of Business Administration di Leiden University, Belanda, serta Kuhne Logistic University, Jerman. Sophia juga telah memenuhi kualifikasi sebagai Chartered Accountant (CA) yang diakui oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Sophia mengawali karirnya sebagai auditor eksternal di Ernst & Young (EY) hingga menjabat sebagai
 Senior Manager EY Transaction Advisory Services, serta pernah menjabat sebagai Manager Internal Audit di PT Semen Cibinong Tbk. Selama karirnya, Sophia pernah menjabat sebagai Head of Finance Resource Management Unit United Nations Development Program (UNDP). Setelah itu, Sophia dipercaya sebagai Vice President Advisory & Investment di PT Indonesia Infrastructure Finance, salah satu anak usaha PT Sarana Multi Infrastruktur dan berbagai lembaga multilateral.​​

Sophia pernah bergabung di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) salah satunya sebagai Direktur Keuangan & Operasi
 PT Pelabuhan Indonesia Investama dan Direktur Keuangan & SDM PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Ia kemudian menjajaki karir di PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) sebagai Executive Director of Finance dan selanjutnya dipercaya sebagai Managing Director.

Agusman lahir di Padang pada tanggal 6 Agustus 1965. Menyelesaikan pendidikan Sarjana di bidang Akuntansi Universitas Andalas pada tahun 1989, dan mendapat gelar Master of Business Administration (MBA) di bidang Economics and Finance dari Curtin University of Technology pada tahun 1998. Selanjutnya, beliau meneruskan studi dan meraih gelar PhD di bidang Banking and Finance dari Australian National University (ANU) pada tahun 2006, dengan tesis berjudul "An Empirical Examination of Bank Risk Taking - Asian Evidence".

Agusman mengawali karier di Bank Indonesia pada tahun 1992 setelah menyelesaikan Pendidikan Calon Pemeriksa Bank (PCPB) Angkatan II sebagai peserta terbaik pertama. Sebelum di Bank Indonesia, beliau pernah menjadi staf audit di kantor akuntan, staf di lembaga manajemen dan dosen akuntansi di salah satu universitas negeri.

Sebagian besar karier Agusman adalah di bidang pengawasan, pemeriksaan, pengaturan dan penelitian perbankan. Paska krisis keuangan 1997/1998 beliau ditugaskan di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai bank oversight. Beliau termasuk yang mula-mula mendalami dan memperkenalkan stress test, macroprudential policy dan financial system surveillance. Beliau telah mengikuti berbagai forum tentang perbankan dan stabilitas sistem keuangan baik di dalam maupun luar negeri. Tulisan-tulisan beliau telah dipublikasikan dalam beberapa jurnal akademis antara lain Journal of Banking and Finance, Pacific-Basin Finance Journal, and Research in International Business and Finance. Beliau adalah Profesor Kehormatan pada bidang ilmu Manajemen Keuangan di UNISSULA, Semarang, Jawa Tengah.

Di Bank Indonesia, Agusman pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Surveillance Sistem Keuangan (2016-2017), Kepala Departemen Komunikasi (2017-2019), Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (2019), dan Kepala Departemen Audit Internal (2020-2023), serta pensiun dengan pangkat terakhir sebagai Asisten Gubernur. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Dana ​Pensiun Bank Indonesia - Iuran Pasti (Dapenbi - IP) sejak didirikan s.d awal Agustus 2023.

Pada tanggal 9 Agustus 2023 belia​u resmi menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden RI No.67/P Tahun 2023 tanggal 26 Juli 2023.​

    

Lahir di Jakarta, Mei 19​72.  Thomas A. M. Djiwa​ndono menyelesaikan Sarjana Studi Sejarah (B.A. History) di Haverford College, Amerika Serikat tahun 1994.  Pada 2003, ia meraih gelar M.A. di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat.

Thomas memulai karier sebagai wartawan magang di majalah Tempo tahun 1993.  Pada 1994, ia bergabung dengan Indonesia Business Weekly sebagai jurnalis.  Sejak 1996 hingga 1999, Thomas meneruskan karier sebagai analis keuangan di NatWest Market, Jakarta.  Selanjutnya, ia berkarier sebagai konsultan di Castle Asia periode 1999–2000.

Di tahun 2004, Thomas bergabung dengan Comexindo Internasional dan menduduki posisi sebagai Direktur Pengembangan Bisnis (2004–2008), Deputi CEO (2008-2009), dan CEO pada 2010–2024.  Ia juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group pada 2011 hingga 2024.

Sejak 2008, Thomas mengemban tugas sebagai Bendahara Umum Gerindra. 

Berdasarkan Keputusan Presiden No.45/M Tahun 2024, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melantik Thomas A. M. Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Maju pada tanggal 18 Juli 2024.

Thomas terpilih kembali menjadi Wakil Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih masa pemerintahan Presiden Prabowo Subiant​o dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan dilantik pada tanggal 21 Oktober 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto.​






​​

   

Otoritas Jasa Keuangan

Gedung Sumitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710 Indonesia

Hubungi Kami

(021) 2960 0000
157
humas@ojk.go.id
081 157 157 157

Artikel GPR

Copyright Otoritas Jasa Keuangan 2024 | Peta Situs | Syarat dan Kondisi