Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 15/41/DKMP

Oct 1 2013
Hits : 7767
Jumlah Download : 29
Disertai:
- Lampiran [PDF]

- FAQ [PDF]

I. Latar Belakang Pengaturan:


Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pasal 9 dan Pasal 10 PBI No. 15/7/PBI/2013 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 12/19/PBI/2010 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing, tata cara pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) Sekunder dan Giro Wajib Minimum Berdasarkan Loan to Deposit Ratio (GWM LDR) dalam Rupiah akan diatur lebih lanjut dalam Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI). Sehubungan dengan itu maka SE BI ini mengatur lebih lanjut mengenai tata cara perhitungan GWM Sekunder dan GWM LDR dalam rupiah.

II. Substansi Pengaturan:

1. GWM Sekunder dalam Rupiah
a. Pemenuhan tahapan GWM Sekunder adalah sebagai berikut :
a.1. Sebesar 2,5% dari DPK dalam Rupiah sampai dengan tanggal 30 September 2013.
a.2. Sebesar 3% dari DPK dalam Rupiah sejak tanggal 1 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 31 Oktober 2013.
a.3. Sebesar 3,5% dari DPK dalam Rupiah sejak tanggal 1 November 2013 sampai dengan tanggal 1 Desember 2013.
a.4 Sebesar 4% dari DPK dalam Rupiah sejak tanggal 2 Desember 2013
b. Komponen yang diperhitungkan sebagai cadangan dalam pemenuhan GWM Sekunder dalam Rupiah adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI), Surat Berharga Negara (SBN) dan/atau Excess Reserve.
c. SBI, SDBI, dan SBN yang diperhitungkan dalam GWM Sekunder dalam rupiah mencakup untuk seluruh jenis dan jangka waktu surat berharga, namun tidak termasuk SBN yang tidak dapat diperdagangkan (untradeable).
d. Penetapan nilai SBI, SDBI, dan SBN yang dimiliki Bank dilakukan berdasarkan data yang tercatat pada rekening surat berharga Bank di BI-SSSS pada posisi akhir hari yaitu pada saat cut off time BI-SSSS.
e. Nilai SBI, SDBI, dan SBN yang digunakan dalam perhitungan GWM Sekunder dalam rupiah adalah nilai pasar (market value) yang tercantum di BI-SSSS.

2. GWM LDR dalam Rupiah
a. Perhitungan GWM LDR dilakukan sebagai berikut:
a.1. Batas bawah LDR Target ditetapkan sebesar 78%
a.2. Batas atas LDR Target ditetapkan:
- sebesar 100% sampai dengan tanggal 1 Desember 2013;
- sebesar 92% sejak tanggal 2 Desember 2013.
a.3. Bank yang memiliki LDR di dalam kisaran LDR target dikenakan GWM LDR sebesar 0%.
a.4. Bank yang memiliki LDR kurang dari batas bawah LDR Target diberikan disinsentif GWM LDR sebesar perkalian antara Parameter Disinsentif Bawah (saat ini sebesar 0,1), selisih antara batas bawah LDR Target dan LDR Bank, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Rupiah.
a.5. Bank yang memiliki LDR lebih dari batas atas LDR Target dan memiliki KPMM lebih kecil dari KPMM Insentif (saat ini ditetapkan 14%) akan dikenakan disinsentif GWM LDR sebesar perkalian Parameter Disinsentif Atas (saat ini sebesar 0,2), selisih antara LDR Bank dan batas atas LDR Target, dan DPK dalam Rupiah.
a.6. Bank yang memiliki LDR lebih dari batas atas LDR Target namun memiliki KPMM sama atau lebih besar dari KPMM Insentif (saat ini ditetapkan 14%), maka kewajiban pemenuhan GWM LDR sebesar 0%
b. Perhitungan LDR Bank diperoleh dari pos-pos neraca mingguan yang disampaikan Bank kepada Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai laporan berkala bank umum.

3. Bank yang melanggar kewajiban pemenuhan GWM dikenakan sanksi kewajiban membayar sebesar 125% dari rata-rata suku bunga jangka waktu 1 (satu) hari (overninght) dari JIBOR dalam Rupiah pada hari terjadinya pelanggaran, terhadap kekurangan GWM dalam Rupiah, untuk setiap hari kerja pelanggaran.

4. Ketentuan dalam SE Ekstern ini mulai berlaku pada 1 Oktober 2013.
Test
Regulasi

Right Menu Subsite

Surat Edaran Bank Indonesia - Regulasi
Perbankan
Regulasi