SP-1/KO.13/2026
SIARAN PERS
SEKTOR JASA KEUANGAN DI JAWA TENGAH STABIL DAN TERJAGA
Semarang, 18 Februari 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menilai kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah per November 2025 dalam kondisi stabil didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.
Perkembangan Perbankan di Jawa Tengah
| 
|
|
Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan 2,50 persen (yoy) menjadi sebesar Rp470,39 triliun dan kredit yang disalurkan terkontraksi sebesar -1,04 persen (yoy) menjadi sebesar Rp421,93 triliun, Aset perbankan di Jawa Tengah terkontraksi sebesar -0,41 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp579,84 triliun.
Perkembangan Kinerja Bank Umum di Jawa Tengah
| 
|
|
Selanjutnya, untuk Aset Bank Umum di Jawa Tengah terkontraksi sebesar -0,59 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp527,15 triliun, hal ini diikuti dengan Kredit Bank Umum di Jawa Tengah yang terkontraksi sebesar -1,22 persen (yoy) menjadi Rp383,27 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum di Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 2,54 persen (yoy) menjadi Rp429,40 triliun.
Kinerja intermediasi Bank Umum di Jawa Tengah terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio (LDR) 89,26 persen sehingga masih terdapat ruang likuiditas bagi bank umum di Jawa Tengah dalam penyaluran kredit.
Untuk menjaga tingkat NPL, OJK terus melakukan pengawasan secara intensif kepada bank dan memerintahkan bank untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang memadai sesuai ketentuan yang berlaku.
Perkembangan Kinerja BPR/S di Jawa Tengah
| 
|
|
Perkembangan BPR/S di Jawa Tengah juga mencatatkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan aset sebesar 1,39 persen (yoy) yang diikuti dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/S di Jawa Tengah yang tercatat tumbuh sebesar 2,07 persen (yoy) sebesar Rp40,99 triliun serta Kredit BPR/S di Jawa Tengah tumbuh sebesar 0,84 persen (yoy) menjadi Rp38,66 triliun.
Perkembangan Kinerja Perbankan Syariah di Jawa Tengah
| 
|
|
Kinerja Perbankan Syariah di Jawa Tengah per November 2025 juga mencatatkan kenaikan dilihat dari pertumbuhan aset sebesar 10,33 persen (yoy) yang diikuti dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 10,19 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp41,36 triliun. Adapun pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 9,95 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp36,04 triliun.
Perkembangan Kinerja Industri Jasa Keuangan – Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
Pada sektor IKNB, per November 2025, Perusahaan Pembiayaan di Jawa Tengah mencatatkan nilai piutang pembiayaan mengalami penurunan sebesar -0,70 persen (yoy) mencapai Rp33,76 triliun dengan NPF sebesar 3,30 persen. Sementara itu, modal ventura di Jawa Tengah mengalami kenaikan penyaluran sebesar 6,23 persen yoy dengan total nominal sebesar Rp1,09 triliun. Sedangkan aset Dana Pensiun di Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,14 persen (yoy) mencapai Rp7,24 triliun, sejalan dengan tingginya tingkat angkatan kerja di Jawa Tengah.
Kemudian dari Fintech Peer to Peer (P2P) Lending mencatatkan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 25,27 persen (yoy) mencapai Rp7,80 triliun dengan tingkat wanprestasi (TWP 90) sebesar 2,94 persen. Hal ini didukung oleh kemudahan masyarakat dalam mengakses pendanaan dari Fintech Peer to Peer (P2P) Lending.
Selanjutnya untuk Industri Keuangan Pergadaian untuk posisi bulan November 2025 jumlah pinjaman yang disalurkan mencapai 38,08 persen (yoy) menjadi sebesar Rp89,89 miliar dengan peningkatan aset tumbuh 44,37% sebesar Rp 218 millar.
Sementara itu, Perusahaan Penjaminan di Jawa Tengah posisi bulan November 2025 mencatatkan peningkatan aset sebesar 45,40 persen (yoy) menjadi sebesar Rp759 miliar dengan pinjaman yang disalurkan sebear Rp3,059 triliun atau turun sebesar -28,39 persen (yoy).
Perkembangan Kinerja Industri Jasa Keuangan - Sektor Pasar Modal

|
|
Transaksi Pasar Modal di Jawa Tengah didominasi oleh investor individu dengan jumlah SID Reksadana mencapai 2.003.562 investor pada November 2025 meningkat 30,17 persen (yoy) dengan total nilai transaksi Rp29,74 triliun. Sementara itu jumlah SID saham sebesar 999.348 investor yang meningkat sebesar 35,39 persen (yoy) dan SID SBN sebesar 116.930 investor dan meningkat sebesar 20,44 persen (yoy).
Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen
Sampai dengan 30 November 2025, OJK Provinsi Jawa Tengah dan DIY menerima pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) sebanyak 4.085 pengaduan. Berdasarkan jenis aduan terbanyak adalah sektor Perbankan sebanyak 2.402 pengaduan, Pindar sebanyak 837 pengaduan, Pembiayaan sebanyak 629 pengaduan, Asuransi sebanyak 89 pengaduan, LJK lainnya sebanyak 55 pengaduan dan Non LJK 73 pengaduan.
Untuk menurunkan jumlah pengaduan, OJK Provinsi Jawa Tengah dan DIY terus melaksanakan kegiatan edukasi secara masif kepada masyarakat, sampai dengan 30 November 2025 telah dilaksanakan sebanyak 543 kegiatan edukasi kepada masyarakat termasuk petani, pelajar dan pelaku UMKM dengan diikuti oleh sebanyak 250.726 orang sebagai peserta.
***
Informasi lebih lanjut
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah – Hidayat Prabowo
Telp. (024) 8600 3000