SP- 2/KO.13/2026
SIARAN PERS
SEKTOR JASA KEUANGAN DI JAWA TENGAH STABIL DAN TERJAGA
Semarang, 2 Maret 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menilai kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah per Desember 2025 dalam kondisi stabil didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.
Perkembangan Perbankan di Jawa Tengah
| 
|
|
Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan 1,94 persen (yoy) menjadi sebesar Rp476,03 triliun dan kredit yang disalurkan terkontraksi sebesar -0,91 persen (yoy) menjadi sebesar Rp422,85 triliun, Aset perbankan di Jawa Tengah terkontraksi sebesar -1,78 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp585,87 triliun.
Perkembangan Kinerja Bank Umum di Jawa Tengah
| 
|
|
Selanjutnya, untuk Aset Bank Umum di Jawa Tengah terkontraksi sebesar -1,65 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp533,11 triliun, hal ini diikuti dengan Kredit Bank Umum di Jawa Tengah yang terkontraksi sebesar -0,66 persen (yoy) menjadi Rp383,98 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum di Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 2,28 persen (yoy) menjadi Rp434,80 triliun.
Kinerja intermediasi Bank Umum di Jawa Tengah terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio (LDR) 88,31 persen sehingga masih terdapat ruang likuiditas bagi bank umum di Jawa Tengah untuk menyalurkan kredit.
Untuk menjaga tingkat NPL, OJK terus melakukan pengawasan secara intensif kepada bank dan memerintahkan bank untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang memadai sesuai ketentuan yang berlaku.
Perkembangan Kinerja BPR/S di Jawa Tengah
| 
|
|
Perkembangan BPR/S di Jawa Tengah juga mencatatkan kinerja yang stabil meskipun aset BPR/S Jawa Tengah terkontraksi sebesar -3,08 persen (yoy) yang diikuti dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/S di Jawa Tengah juga mengalami penurunan sebesar -1,49 persen (yoy) sebesar Rp41,23 triliun. Selanjutnya, Kredit BPR/S di Jawa Tengah juga terkontraksi sebesar -3,32 persen (yoy) menjadi Rp38,87 triliun.
Perkembangan Kinerja Perbankan Syariah di Jawa Tengah
| 
|
|
Selanjutnya, kinerja Perbankan Syariah di Jawa Tengah per Desember 2025 juga mencatatkan kenaikan dilihat dari pertumbuhan aset sebesar 1,44 persen (yoy) yang diikuti dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 3,85 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp42,80 triliun. Adapun pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 6,28 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp37,07 triliun.
Perkembangan Kinerja Industri Jasa Keuangan – Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
Pada sektor IKNB, untuk posisi per Desember 2025, Perusahaan Pembiayaan di Jawa Tengah mencatatkan nilai piutang pembiayaan tumbuh sebesar 1,78 persen (yoy) mencapai Rp33,76 triliun dengan NPF sebesar 3,21 persen. Sementara itu, modal ventura di Jawa Tengah mengalami kenaikan penyaluran sebesar 7,48 persen yoy dengan total nominal sebesar Rp1,09 triliun. Sedangkan aset Dana Pensiun di Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 5,79 persen (yoy) mencapai Rp7,26 triliun, sejalan dengan tingginya tingkat angkatan kerja di Jawa Tengah.
Kemudian dari Fintech Peer to Peer (P2P) Lending mencatatkan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 24,65 persen (yoy) mencapai Rp8,02 triliun dengan tingkat wanprestasi (TWP 90) sebesar 2,81 persen. Hal ini didukung oleh kemudahan masyarakat dalam mengakses pendanaan dari Fintech Peer to Peer (P2P) Lending.
Selanjutnya untuk Industri Keuangan Pergadaian untuk posisi bulan Desember 2025 jumlah pinjaman yang disalurkan mencapai 36,49 persen (yoy) menjadi sebesar Rp89,96 triliun dengan peningkatan aset tumbuh 42,76% sebesar Rp 217 triliun.
Sementara itu, Perusahaan Penjaminan di Jawa Tengah posisi bulan Desember 2025 mencatatkan peningkatan aset sebesar 37,80 persen (yoy) menjadi sebesar Rp740 miliar dengan pinjaman yang disalurkan sebear Rp2,816 triliun atau turun sebesar -29,71 persen (yoy).
Perkembangan Kinerja Industri Jasa Keuangan - Sektor Pasar Modal
| 
|
|
Transaksi Pasar Modal di Jawa Tengah didominasi oleh investor individu dengan jumlah SID Reksadana mencapai 2.080.388 investor pada Desember 2025 meningkat 34,06 persen (yoy) dengan total nilai transaksi Rp31,26 triliun. Sementara itu jumlah SID saham sebesar 1.041.177 investor yang meningkat sebesar 38,57 persen (yoy) dan SID SBN sebesar 119.202 investor dan meningkat sebesar 20,97 persen (yoy).
Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen
Sampai dengan 31 Desember 2025, OJK Provinsi Jawa Tengah dan DIY menerima pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) sebanyak 4.633 pengaduan. Berdasarkan jenis aduan terbanyak adalah sektor Perbankan sebanyak 2.725 pengaduan, Pindar sebanyak 948 pengaduan, Pembiayaan sebanyak 703 pengaduan, Asuransi sebanyak 107 pengaduan, LJK lainnya sebanyak 47 pengaduan dan Non LJK 103 pengaduan.
Untuk menurunkan jumlah pengaduan, OJK Provinsi Jawa Tengah dan DIY terus melaksanakan kegiatan edukasi secara masif kepada masyarakat, sampai dengan 31 Desember 2025 telah dilaksanakan sebanyak 543 kegiatan edukasi kepada masyarakat termasuk petani, pelajar dan pelaku UMKM dengan diikuti oleh sebanyak 250.726 orang sebagai peserta.
***
Informasi lebih lanjut
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah – Hidayat Prabowo
Telp. (024) 8600 3000