Pasar Modal

Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena pasar modal menjalankan dua fungsi yaitu 1) sebagai sarana pendanaan usaha atau sarana perusahaan untuk mendapatkan dana dari investor serta 2) sebagai sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan.

Keberadaan pasar modal diperlukan sebagai instrumen untuk meningkatkan pendanaan dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan. Beberapa langkahnya yaitu membentuk indeks saham berbasis lingkungan hidup (green index) serta daftar perusahaan go public yang ramah lingkungan hidup (green list). Indeks saham yang ramah lingkungan hidup juga akan menaikkan reputasi atau nama baik dari suatu perusahaan sehingga akan memudahkan dalam memperoleh pendanaan sekaligus mendorong perbaikan pengelolaan lingkungan hidup pada usahanya.

Salah satu upaya awal dalam mendukung pelaksanaan pembiayaan berkelanjutan di bidang pasar modal yaitu penerbitan SRI-KEHATI Index pada 8 Juni 2009. Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia menerbitkan indeks baru yang merujuk pelaksanaan investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab (Sustainable and Responsible Investment-SRI). Indeks ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan pedoman investasi bagi pemodal yaitu dengan membuat suatu benchmark indeks baru yang secara khusus memuat emiten yang memiliki kinerja yang sangat baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik. Indeks ini terdiri atas 25 saham dengan kinerja memuaskan untuk mendukung keberlanjutan usahanya dengan metode yang menyangkut lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik dengan periode review indeks setiap enam bulan yaitu Mei dan November.​