FATF Paper - Red Flag Risk Indicators

Unduh: FATF Risks of Gaming and Gambling - Updated September 2026

September 2026

FATF telah mempublikasikan sebuah kajian berjudul Risks of Gaming and Gambling pada September 2026 yang mengidentifikasi risiko pencucian uang (money laundering), pendanaan terorisme (terrorist financing) dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (proliferation financing) dalam sektor permainan digital (gaming) dan perjudian (gambling).

Kajian ini menyoroti perkembangan industri gaming dan gambling yang semakin kompleks akibat perluasan platform daring, transaksi lintas negara dan penggunaan berbagai metode pembayaran. Perkembangan tersebut menciptakan kerentanan terhadap penyalahgunaan layanan permainan dan perjudian untuk memindahkan maupun menyamarkan dana ilegal. FATF menyusun kajian ini berdasarkan tanggapan dari 80 yurisdiksi serta masukan tertulis dari 29 yurisdiksi.

Temuan utama menunjukkan bahwa berdasarkan bukti yang tersedia, aktivitas pencucian uang melalui sektor gaming cenderung terjadi dalam skala, frekuensi dan tingkat kompleksitas yang lebih rendah dibandingkan sektor gambling. Kasino konvensional, kasino daring dan taruhan olahraga merupakan kegiatan yang paling rentan terhadap pencucian uang. Sementara itu, penyalahgunaan untuk pendanaan terorisme lebih banyak ditemukan dan terdokumentasi dalam aktivitas gaming daring dibandingkan sektor perjudian. Sementara itu, temuan mengenai risiko pendanaan proliferasi masih sangat terbatas pada kedua sektor tersebut.

Kajian ini juga mengidentifikasi penggunaan uang tunai, dompet elektronik (e-wallet), mobile money dan aset virtual sebagai faktor yang meningkatkan kerentanan sektor tersebut terhadap pencucian uang. Beragam metode pembayaran memungkinkan pelaku memindahkan dana secara cepat melalui transaksi lintas negara dan menyamarkan asal-usul dana. Selain itu, keterhubungan platform gaming dan gambling dengan media sosial membuka peluang penyalahgunaan untuk mempromosikan perjudian ilegal, merekrut money mules dan menggalang dana bagi aktivitas terorisme.

FATF menyoroti perjudian ilegal dan platform offshore tanpa izin sebagai salah satu risiko signifikan. Perbedaan regulasi dan pengawasan antarnegara memungkinkan operator memanfaatkan kesenjangan hukum untuk menghindari pengawasan. Penyalahgunaan sektor perjudian juga berkaitan dengan tindak pidana lain seperti korupsi, penipuan berbasis teknologi dan kejahatan terorganisasi.

Sebagai bagian dari kajian, FATF mengidentifikasi sejumlah indikator risiko (red-flag risk indicators) yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi pencucian uang, pendanaan terorisme dan pendanaan proliferasi dalam sektor gaming dan gambling, antara lain:

  • Profil dan identitas pelanggan – pelanggan berupaya menyembunyikan identitas, menghindari proses customer due diligence (CDD) atau menggunakan dana yang tidak sesuai dengan profil ekonomi maupun sumber penghasilannya.
  • Aktivitas akun daring – penggunaan beberapa akun dengan identitas berbeda melalui perangkat atau alamat IP yang sama. Indikator lainnya mencakup penggunaan VPN untuk menyamarkan lokasi serta perubahan aktivitas akun yang tidak wajar.
  • Pola permainan dan taruhan – aktivitas taruhan yang tidak sesuai dengan profil pelanggan, penyetoran dana dalam jumlah besar tanpa aktivitas permainan yang sebanding serta pola taruhan terkoordinasi untuk memindahkan dana antarpemain.
  • Metode pembayaran dan transaksi – penggunaan berbagai metode pembayaran atas nama pihak berbeda, penerimaan dana dari pihak ketiga serta penyetoran yang segera diikuti penarikan tanpa aktivitas permainan yang signifikan. Transaksi yang melibatkan ​aset virtual dan yurisdiksi berisiko tinggi juga memerlukan perhatian.
  • Karakteristik operator dan platform – lemahnya penerapan CDD, penggunaan struktur kepemilikan yang kompleks untuk menyembunyikan beneficial ownership (BO) serta keterlibatan operator tanpa izin atau yang beroperasi di yurisdiksi dengan pengawasan APU/PPT yang lemah. 

FATF menegaskan bahwa keberadaan satu indikator risiko tidak secara otomatis membuktikan terjadinya aktivitas ilegal. Namun, kemunculan beberapa indikator secara bersamaan dapat menjadi dasar untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mengatasi risiko tersebut, FATF merekomendasikan agar yurisdiksi memperkuat pemahaman risiko dan menerapkan pendekatan berbasis risiko sesuai Rekomendasi 1 FATF. Langkah tersebut perlu didukung oleh penguatan persyaratan perizinan dan registrasi operator, peningkatan kesadaran terhadap risiko perjudian ilegal serta perluasan kerja sama internasional dan kemitraan antara sektor publik dengan sektor swasta.

Melalui kajian ini, FATF menekankan pentingnya penyesuaian pengawasan terhadap perkembangan teknologi dan model bisnis industri gaming dan gambling. Penguatan regulasi serta pertukaran informasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan kedua sektor tersebut sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan ilegal.


Disadur dari:

FATF Paper - Risks of Gaming and Gambling

​

Artikel Terkait Lain