SBN Global Progress Report – February 2018

Tipe

Riset

Kategori

Umum

Inisiatif keuangan berkelanjutan berbasis pasar yang dipimpin oleh anggota Sustainable Banking Network (SBN) telah membuat kemajuan yang signifikan dalam mengarahkan sektor keuangan menuju keberlanjutan. Berdiri dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) pada tahun 2012, SBN merepresentasikan sebuah perhimpunan regulator sektor jasa keuangan dan asosiasi perbankan dari 34 negara berkembang dengan ambisi yang sama untuk mentransformasikan pasar keuangan menuju keberlanjutan. Saat ini, anggota SBN mewakili $42,6 triliun dalam asset perbankan, terhitung lebih dari 85 persen total asset perbankan pada pasar negara berkembang.

Kebijakan dan prinsip keuangan berkelanjutan yang dimiliki anggota SBN merupakan upaya baru untuk mengubah perilaku lembaga keuangan. Pada kebanyakan negara, kebijakan dan prinsip ini bukan berupa peraturan namun berupa pedoman strategis dan teknis untuk membantu lembaga keuangan mengintegrasikan pertimbangan keberlanjutan dalam strategi bisnis dan operasional. Pedoman yang dikembangkan pada negara-negara anggota berupa, (i) peraturan wajib, pedoman, dan peta jalan, diajukan oleh regulator (contoh: Tiongkok, Indonesia, Peru); (ii) voluntary industry principles, dipimpin oleh asosiasi perbankan (contoh: Mongolia, Kolombia, Kenya); (iii) gabungan antara keduanya (contoh: Brasil, Afrika Selatan).

Laporan ini merupakan Laporan Kemajuan Global (Global Progress Report) pertama dari SBN. Laporan ini menyajikan gambaran sistematis dari kemajuan pasar negara berkembang menuju keuangan berkelanjutan yang direpresentasikan oleh SBN. Kemajuan ini berdasarkan kerangka pengukuran unik untuk menilai inisiatif keuangan berkelanjutan pada pasar negara berkembang. Laporan Kemajuan Global ini dibuat berdasarkan laporan kemajuan negara (country progress report) yang dibuat oleh 15 negara anggota SBN yang mengimplementasikan inisiatif kebijakan keuangan berkelanjutan. Laporan tersebut menjelaskan secara detail terkait praktik terbaik masing-masing negara serta fokus area untuk mendukung dan mendorong para anggota dalam upaya percepatan keuangan berkelanjutan. Dengan asset perbankan mencapai $38,3 triliun, 15 negara anggota ini mencakup lebih dari 76 persen asset perbankan pada pasar berkembang.

Kerangka pengukuran SBN dikembangkan dan disetujui oleh anggota SBN, mengacu pada praktik terbaik internasional, serta pengalaman dan inovasi anggota SBN. Hasil penilaian dimasukkan ke dalam matriks kemajuan SBN untuk menggambarkan kemajuan kolektif dari anggota SBN. Kerangka ini akan diterapkan secara terus menerus untuk mengukur kemajuan secara tahunan. Hal ini akan memungkinkan bagi anggota untuk meninjau kemajuan masing-masing dan mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan dari pendekatan mereka baik yang bersifat wajib, sukarela, maupun keduanya.

Temuan dalam laporan ini adalah bahwa negara-negara anggota SBN memajukan keuangan berkelanjutan, meskipun setiap negara berada pada tahap perkembangan yang berbeda-beda. Temuan tersebut dipetakan menjadi:

  • 19 negara berada pada tahap initiating, menunjukkan komitmen mereka untuk mempromosikan keuangan berkelanjutan.
  • 15 negara telah mengeluarkan kebijakan dan prinsip yang dibagi menjadi kategori berikut ini:
    • 1 negara berada pada tahap formative, di mana kebijakan telah disusun namun belum diimplementasikan. Negara tersebut adalah Ekuador.
    • 6 negara berada pada tahap emerging. Negara-negara tersebut sudah memiliki kebijakan dan prinsip dan sudah mulai mengimplementasikan kebijakan tersebut. Negara-negara tersebut, yaitu: Kenya, Meksiko, Moroko, Peru, Afrika Selatan, dan Turki.
    • 8 negara berada pada tahap established. Negara-negara tersebut memiliki tindakan implementasi yang komprehensif dan mulai melaporkan hasil serta dampaknya. Negara tersebut, yaitu: Bangladesh, Brasil, Tiongkok, Kolombia, Indonesia, Mongolia, Nigeria, dan Vietnam.
    • Belum ada negara yang mencapai tahap mature, dengan perubahan perilaku komprehensif yang ditunjukkan oleh bank dan sektor keuangan lainnya.

International  agenda on sustainable  finance.png