Kategori Sektor Hijau- Sustainable Forestry

Tipe

Riset

Kategori

Umum

Lampiran

Sustainable forestry adalah pengelolaan hutan yang dikelola dengan hati-hati sehingga pohon yang ditebang akan diganti dengan bibit baru yang akhirnya tumbuh menjadi pohon-pohon. Hutan adalah sebuah lingkungan kerja, memproduksi produk-produk kayu seperti pulp kayu untuk kertas / industri kartu dan kayu berbasis bahan untuk pembuatan mebel dan industri konstruksi[1]. Sustainable Forestry dapat diterapkan dengan pengelolaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang menerapkan keberlanjutan.

 

Dalam bab 1 pasal 1:  19 Peraturan Pemerintah No 6 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan disebutkan bahwa Hutan Tanaman Rakyat yang selanjutnya disingkat HTR adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan. Program HTR merupakan terobosan baru dalam mengentaskan kemiskinan penduduk di sekitar hutan.  

 

HTI adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok industri untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan sistem silvikultur dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Kegiatan yang dizinkan meliputi penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, pengolahan dan pemasaran. Areal HTI diusahakan di areal hutan produksi yang tidak produktif dan tidak dibebani hak/izin lainnya. Hutan produksi yang tidak produktif sendiri merupakan hutan yang dicadangkan oleh Menteri Kehutanan sebagai areal pembangunan hutan tanaman - jadi tidak selalu harus merujuk misalnya pada kawasan hutan produksi yang sudah terdegradasi. Pencadangan ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Jangka waktu IUPHHK-HTI diberikan dalam jangka waktu 60 tahun dan dapat diperpanjang sekali selama 35 tahun. Dan setelahnya tidak ada lagi perpanjangan izin. Evaluasi dilakukan oleh Menteri Kehutanan setiap 5 tahun sekali.



[1] http://www.technologystudent.com/prddes1/susenv1.html