Workshop VI Pilot Project Indonesia First Movers on Sustainable Banking Bulan Mei 2017

Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan workshop lanjutan bagi Pilot Project Indonesia First Movers on Sustainable Banking. Tema workshop VI ini adalah "Menangani Risiko dan Kendala Aspek Lingkungan Hidup, Sosial dan Tata Kelola (LST) Nasabah, Pemantauan dan Pelaporan Kinerja Nasabah, Serta Integrasi Aspek LST Bank Pilot Project "Indonesian First Movers on Sustainable Banking". Materi workhsop yang dibahas antara lain sebagai berikut:

1.  Materi I: Managing ESG Risk of PO Client Using Loan Documentation and Client Engagement- Anna Batenkova- WWF International, Sustainable Finance Engagement Manager

Pada sesi ini dilakukan pembahasan mengenai bagaimana mengidentifikasi kinerja klien. Bagaimaan mengidentifikasi dan melakukan assesment terhadap dokumen persyaratan pinjaman serta bagaimana melakukan monitoring. Materi pertama ini dbagi menjadi sub bab sebagai berikut:

  1. Gap Analysis
    Membahas bagaimana kebijakan dan peraturan mengenai sustainability dalam internal perbankan mereka. Sebagai contoh: Rabobank yang telah menambahkan Sustainability Development Policy dan core sustainability policies
  2. Loan Document
    Bank akan setuju dengan klien untuk meningkatkan kinerja dan atau pemantauan langkah-langkah yang fokus pada menjembatani kesenjangan antara klien kinerja sustainability saat ini dan kinerja yang diperlukan
  3. Monitoring
    Review termasuk menilai nasabah dengan langkah-langka kinerja lingkungan dan atau sosial yang relevan, usaha dan kewajiban pelaporan yang tercermin dalam kegiatan mereka.
  4. Non Compliance
    Bisnis global harus menutup hubungan dan jika mungkin, dengan bebas dari ketidakpatuhan pelanggan.
  5. PO Case Study

2.  Materi II: Standard Chartered Bank Environmental & Social Risk Governance

  1. Proses dari kerangka kerja Environmental and Social Risk Management, Standard Chartered itu sangat sederhana. kita mulai dari eksternal yang berasal dari standar kinerja IFC/IFC performance standar, praktik terbaik industri dan equator principles. Untuk membantu klien standar lingkungan dan sosial yang tinggi, kami mengembangkan kebijakan dan prosedur bersama dengan equator principles, membentuk fondasi dari pendekatan manajemen risiko keberlanjutan. Dalam mengaplikasikan setiap kredit, kami menggunakan Environmental and Social Assesment Toolkit untuk setiap industri berbeda-beda dan secara spesifik. Kami juga mendedikasikan dalam divisi ESRM. Reputasi risk commitee.
  2. Bagaimana apply criteria dengan menggunakan tiga level ESRA. tiga level tersebut terdiri atas:
  1. Client-level ESRA: Initial Borrowing Limits; Annual Renewal; Benchmarks clients' E&S risks and responses against SCB Criteria
  2. Transaction-level ESRA: Transaction involving a project/asset; Equator Principles applicability; Benchmarks project / asset E&S risks and responses against SCB Criteria.
  3. Ad-hoc issue Assessment: you do transkasi level kejadian publik: Potential E&S performance issue; Determines emerging misalignment with SCB Criteria.

3.  Materi III: On Going Monitoring and Reporting of ESG Policy

Monitoring terdiri atas 2 (dua) hal yaitu: goal yang terdiri atas Track progress in ESG strategy dan output yang terdiri atas: KPIs, Internal monitoring process, External sustainability reporting for stakeholders. KPI's dikembangkan dengan tujuan:

  1. Untuk menciptakan manajemen informasi tentang kemajuan strategi implementasi dan meningkatkan proses pengambilan keputusan.
  2. untuk mempengaruhi kebijakan atau strategi pembangunan- menyepurnakan dan mengembangkan strategi
  3. Melengkapi kebijakan ESG di masa depan
  4. untuk meningkatkan transparansi internal dan eksternal stakeholder tentang kemajuan integrasi ESG
  5. Untuk menciptakan manajemen informasi tentang kemajuan strategi implementasi dan peningkatan proses pengambilan keputusan.
  6. untuk mempengaruhi kebijakan atau strategi pembangunan- penyaringan strategi dan pengembangan yang lebih lengkap untuk kebijakan ESG di masa depan.

Salah satu contoh standar internasional yang dapat digunakan untuk laporan keberlanjutan adalah GRI-G4. GRI-G4 merupakan salah satu KPI's yang dapat digunakan. Masih terdapat beberapa standar lain seperti Sustainability Acoounting Standar Board. if we can look at of them kita bisa membagi menjadi 6 subjek sebagai berikut:Passion & Path & Platforms; Policies; Processes; People; Products; Portfolio.