Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) untuk Lembaga Jasa Keuangan Bulan Agustus 2016

Energi dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan produksi dan konsumsi membutuhkan energi agar dapat berjalan. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, satu negara juga membutuhkan energi yang tinggi juga. Meskipun begitu, para pelaku ekonomi sebenarnya dapat mengurangi penggunaan energi dalam melaksanakan satu fungsi dengan memanfaatkan energi tertentu. Proses ini disebut sebagai efisiensi energi. Hal inilah yang perlu digalakkan agar ekonomi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Direktorat Keuangan Berkelanjutan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), mengadakan kembali kegiatan Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) mengenai Proyek Efisiensi Energi di Bali pada tanggal 3 sampai 5 Agustus 2015. Kegiatan pelatihan kali ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari setidaknya 15 bank. Bank diajak untuk menilik potensi yang ada dari proyek efisiensi energi.

Kondisi energi nasional sampai sekarang didominasi oleh energi fosil padahal kebutuhan energi semakin terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2013 dan 2014 peluang efisiensi energi untuk industri dan gedung komersial mencapai Rp. 992 Milyar. Tantangan utama dalam penerapan efisiensi energi adalah masih minimnya pengetahuan tentang penerapan efisiensi energi terutama dalam model ESCO (Energi Services Company). Konsumsi energi di industri yang besar pada boiler, chiller, pompa, kompressor, dan motor listrik dapat diminimalisir pemakaian energi dengan menggunakan Energy Conservation Measures (ECM). ECM merupakah sebuah kegiatan atau aplikasi/modifikasi teknologi untuk menghemat energi.

Foto Bersama di St. Regis Hotel lokasi Site Visit.jpg 

Foto Bersama di Hotel St. Regis saat Site Visit

Keuntungan efisiensi energi dapat berupa keuntungan non-finansial (makro) dan keuntungan finansial (mikro). Keuntungan non finansial proyek efisiensi antara laian meningkatkan level keamanan energi, mengurangi gap penawaran dan permintaan energi, memitigasi perubahan iklim. Sedangkan keuntungan finansial proyek efisiensi energi antara lain terdaoat arus kas bebas dari berkurangnya utility bills dan kenaikan margin keuntungan dari biaya produksi yang makin rendah dan efisien.

 Diskusi Kelompok Untuk Membahas Presentasi Kelompok.jpg

Diskusi Kelompok untuk Pembahasan Presentasi

Terdapat beberapa skema pembiyaan inovatif pada proyek efisiensi energi, antara lain adalah pooled bond financing, utility on-bill financing, loan purchase program, linked deposit program, energy savings performance contracting, dan property assesed clean energy program.

Dalam training ini juga dijelaskan anatomi proposal pembiayaan energi, meliputi executive summary, tujuan proposal, rating kredit internal, analisa fasilitas nasabah, analisa perusahaan (analisi kualitatif dan kuantitatif), analisa agunan, analisa risiko dan mitigasinya, dan usulan struktur fasilitas kredit.

Kegiatan Post-Test.jpg

Peserta sedang Melaksanakan Kegiatan Post-test