Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) untuk Lembaga Jasa Keuangan Bulan April 2016

​Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan kawasan ASEAN menyebabkan permintaan konsumsi energi yang terus meningkat drastis. Trend ini diperkirakan oleh IEA (2013) akan terus berlanjut. Beberapa permasalahan di bidang energi sampai saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap energi fosil. 95% kebutuhan energi dipenuhi dari minyak bumi, batu bara dan gas, sedangkan hanya 5% kebutuhan energi dipenuhi dari EBT.
  2. Di sisi demand, pemanfaatan energi masih boros, implementasi konservasi energi masih rendah;
  3. Akibat rendahnya implementasi konservasi energi dan rendahnya pemanfaatan energi terbarukan maka laju penggunaan energi fosil makin cepat. Hal ini berarti pengurasan sumber daya energi. Masalah yang membayangi adalah cadangan energi fosil yang sangat menipis, jika dieksploitasi besar-besaran maka cadangannya juga akan cepat habis.

Peran konservasi energi dalam pengelolaan energi nasional sangat penting. Dengan konservasi energi kita dapat mengurangi jumlah suplai energi. Potensi konservasi energi cukup besar yaitu 10% – 35% tergantung sektornya. Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Direktorat Keuangan Berkelanjutan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), mengadakan kembali kegiatan Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) mengenai Proyek Efisiensi Energi di Bali pada tanggal 3 sampai 5 Agustus 2015. Kegiatan pelatihan kali ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari setidaknya 15 bank. Bank diajak untuk menilik potensi yang ada dari proyek efisiensi energi.

Terdapat beberapa skema pembiyaan inovatif pada proyek efisiensi energi, antara lain adalah pooled bond financing, utility on-bill financing, loan purchase program, linked deposit program, energy savings performance contracting, dan property assesed clean energy program. Dalam tranining ini juga dijelaskan bagaimana persiapan pelaksanaan proyek efisiensi energy, anatomi proposal pembiayaan energy (executive summary, tujuan proposal, rating kredit internal, analisa fasilitas nasabah, analisa perusahaan (analisa kualitatif dan kuantitatif), analisa agunan, analisa risiko dan mitigasinya, dan usulan struktur), Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi.

Dinamika diskusi dalam training dilaksankaan dengan baik, terlihat dari beberapa peserta yang cukup antusias untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan selama kegiatan training. Selama pelaksanaan kegiatan training peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok akan berdiskusi mengenai hasil site visit ke perusahaan yang menerapkan efisiensi energi.


Agenda Pelaksanaan Training Analis Lingkungan adalah sebagai berikut.

Hari Pertama:

  1. Kebijakan Dan Program Konservasi Energi-ESDM
  2. Kebijakan dan Pengembangan Green Finance di Indonesia-OJK
  3. Peluang dan Pasar Efisiensi Energi-UNIDO
  4. Prinsip-prinsip Konservasi dan Efisiensi Energi-UNIDO

 

Hari Kedua:

Site visit ke PT Great Giant Pineapple Lampung​


Hari Ketiga

  1. Persiapan proyek efisiensi energi-UNIDO
  2. Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi-UNIDO
  3. Anatomi Proposal Pembiayaan Efisiensi Energi- UNIDO
  4. Presentasi Kelompok

Post Test​