Training Analis Lingkungan (TAL) Tingkat Lanjutan Angkatan II Tahun 2018

peserta TAL Lanjutan II.jpg

Training Analis Lingkungan (TAL) Tingkat Lanjutan angkatan II kembali diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan berkerjasama dengan International Financial Corporation (IFC) dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). TAL Tingkat Menengah angkatan II ini diselenggarakan di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 19 – 21 September 2018.

Pelatihan ini merupakan rangkaian pelatihan yang diadakan untuk menguatkan pemahaman Lembaga Jasa Keuagan (LJK) mengenai Keuangan Berkelanjutan. Sebelum mengikut TAL Lanjutan, peserta terlebih dahulu telah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam kegiatan TAL Dasar. Dalam pelaksanaan TAL Tingkat Lanjutan, materi yang disampaikan kepada peserta lebih dititikberatkan pada penulisan laporan keberlanjutan, memahami Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), serta studi kasus. TAL Lanjutan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih teknis kepada peserta untuk menyiapkan diri dalam mengimplementasikan Keuangan Berkelanjutan.

Terdapat 12 peserta yang mengikuti TAL Tingkat Lanjutan ini dengan keseluruhan peserta perwakilan dari 6 LJK yaitu Bank Mandiri, BNI, Bank Danamon, Bank Nusantara Parahyangan, PT. China Construction Bank Indonesia, dan Bank CIMB Niaga.

Dalam pelatihan ini, terdapat beberapa materi yang diberikan kepada peserta selama 3 hari pelaksanaan, yaitu:

Hari Pertama, Rabu, 19 September 2018

Beberapa materi yang disampaikan di hari pertama adalah:

  1. Aspek Sosial dan Lingkungan Hidup dalam Bisnis Perbankan oleh Ibu Elis Mudjiwati. Materi ini berisi penjelasan terkait perananan penting LJK dalam menjaga kondisi lingkungan dan sosial melalui Keuangan Berkelanjutan.
  2. Manajemen Risiko Sosial dan Lingkungan Hidup level Proyek dan Portofolio oleh Bapak Lando Simatupang. Materi ini disampaikan agar peserta memahami keterkaitan risiko dengan proses bisnis dalam menjalankan Keuangan Berkelanjutan.
  3. Integerasi Manajemen Risiko Sosial dan Lingkungan dalam Bisnis Perbankan oleh Ibu Elis Mudjiwati. Materi ini menitikberatkan pada sistem manajemen risiko sosial dan lingkungan hidup (ESRM) yang harus diterapkan dalam aktivitas bisnis Keuangan Berkelanjutan serta bagaimana mitigasi risikonya.
  4. Perkembangan Produk Keuangan Berkelanjutan (Green Building). Agar memahami mengenai produk Keuangan Berkelanjutan, peserta secara khusus mendapatkan materi mengenai Green Building dan sistem EDGE yang dikembangkan oleh IFC.
Selain mendapatkan materi, peserta diminta untuk mengerjakan soal pre test di awal kegiatan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan peserta terkait Keuangan Berkelanjutan.

Hari Kedua, Kamis, 20 September 2018

  1. Regulasi Keuangan Berkelanjutan Oleh Ibu Istiana Maftuchah. Materi ini menyampaikan mengenai isu lingkungan hidup dan sosial saat ini sedang menjadi isu global serta peran Keuangan Berkelanjutan bagi sektor perbangkan dan peranannya dalam pencapaian SDGs.
  2. Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan Oleh Ibu Poppy Ismalina. Untuk menyiapkan kesiapan LJK dalam menyusun RAKB, peserta mendapatkan materi terkait dengan hal tersebut yang membahas secara teknis bagaimana menulis RAKB sesuai dengan arahan POJK Nomor 51/POJK.03/2017
  3. Laporan Berkelanjutan Oleh Bapak Semardanta. Terkait dengan materi sebelumnya, pesertapun mendapat materi mengenai penyusunan Laporan Bekelanjutan yang akan dibuat oleh LJK sebagai bentuk implementasi Keuangan Berkelanjutan.
     

Hari Ketiga, Jumat, 21 September 2018

Pada pelaksanaan hari ketiga, peserta mendapat kesempatan untuk site visit mengunjungi Hotel 1O1 Suryakancana Bogor yang menjadi contoh bangunan yang telah bersertifkat green building. Setelah itu, peserta kembali ke hotel dan mendapatkan materi studi kasus yang disampaikan oleh Bapak Didiek S. Adi. Pemberian studi kasus dalam pelatihan TAL Tingkat Lanjutan Angkatan II ini mengambil tema mengenai pembiayaan apartemen dan perkantoran. Kasus ini diambil dari fenomena sosial di mana permintaan akan hunian tempat tinggal semakin banyak, namun lahan yang tersedia tidak memungkinkan untuk membangun rumah. Peserta mengerjakan studi kasus ini secara berkelompok dan mempresentasikannya.

Setelah menyelesaikan tugas kelompok dan presentasi studi kasus, peserta mengerjakan soal post test untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami materi yang disampaikan dalam TAL Lanjutan ini. Acarapun ditutup oleh Bapak Edi Setijawan yang menyampaikan pesan kepada peserta untuk selalu menciptakan kreatifitas dalam mengimplementasikan Keuangan Berkelanjutan.