Training Analis Lingkungan (TAL) Dasar Angkatan IV Tahun 2018

Foto Bersama Peserta TAL Dasar Angkatan IV.jpg


Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) Tingkat Dasar Angkatan IV Tahun 2018 dilaksanakan pada 25 - 28 September 2018 di Legian, Denpasar. Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diselenggarakan dengan kerjasama dengan GIZ dan USAID ICED. Pelatihan ini ditujukan kepada Industri Jasa Keuangan (IJK) agar memiliki pemahaman terkait dengan pembiayaan sektor energi terbarukan yakni pembangkit listrik tenaga mini hidro. Dalam pelatihan ini, IJK tidak hanya diberikan wawasan terkait pembiayaannya seperti analisis resiko atau mekanisme pemberian pinjamannya, namun juga informasi dasar berkenaan dengan sumber daya lingkungan, energi, hingga terkait dokumen pendukung yang akan menjadi aspek pendukung dalam pembiayaan pembangkit listrik tenaga mini hidro.

Pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta dengan 20 orang perwakilan dari perbankan, 3 orang perwakilan dari IKNB, serta 1 orang berasal dari PT.SMI. 20 peserta dari bank merupakan perwakilan dari BNI, Bank Arta Graha, SMBC, BJB, CIMB, Bank Danamon, Bank Mandiri, BTN, Bank Jateng, Bank NTT, Maybank, dan Bank Syariah Mandiri serta BRI Syariah.

Terdapat beberapa materi dan kegiatan dalam rangkaian Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) Tingkat Dasar Angkatan IV Bali Tahun 2018 yaitu:


 A. Hari Pertama, Selasa, 25 September 2018

Pada hari pertama, materi terkait Keuangan Berkelanjutan dan energi terbarukan di bidang pembangkit listrik tenaga Mini Hidro disampaikan dalam beberapa bagian sebagai berikut:

  1. Implementasi Keuangan Berkelanjutan oleh Ibu Istiana Maftuchah dari Otoritas Jasa Keuangan. Materi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai Keuangan Berkelanjutan berdasarkan POJK Nomor 51/POJK.03/2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Pemaparan ini disampaikan agar IJK memahami langkah-langkah dalam proses pendanaan proyek-proyek berkelanjutan dan memahami prinsip-prinsip Keuangan Berkelanjutan;
  2. Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro Untuk Mendukung Energi Berkelanjutan oleh Bapak Harris dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Peserta mendapatkan materi terkait peningkatan penggunaan energi terbarukan serta mengelolanya menjadi proyek yang ramah lingkungan.
  3. AMDAL, UKL-UPL dan Izin Lingkungan oleh Bapak Erik Teguh Primiantoro dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Materi ini berisikan paparan terkait dokumen lingkungan hidup yang harus disediakan bagi pihak yang ingin mengajukan pinjaman pembiayaan hijau kepada lembaga jasa keuangan.
  4. PROPER: Tools Untuk Mengevaluasi Ketaatan Lingkungan Pada Proyek Renewable Energy oleh Ibu Anggita Dhini dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Materi terkait PROPER ini diberikan agar peserta dapat memahami tujuan PROPER, kriteria yang masuk dalam katagori pemilihan peserta PROPER dan mekanisme dalam menentukan PROPER.
  5. Implementasi ESG Pada Level Proyek oleh Ibu Rahajeng Pratiwi dari International Financial Cooperation. Dalam materi ini peserta mendapatkan materi terkait dengan urgensi memperhatikan aspek sosial dan ekonomi dalam menjalankan proses bisnis saat ini, peserta mendapatkan perspektif baru mengenai dampak-dampak yang mungkin terjadi jika aspek sosial dan lingkungan ini tidak diperhatikan dengan baik.
  6. Tata Kelola Sosial dan Lingkungan pada Lembaga Keuangan oleh Ibu Alin Halimatussadiah. Materi ini mencakup kaitan ekonomi dengan lingkungan serta tahapan integrasi tata kelola aspek lingkungan sosial dalam sektor perbankkan.

Selain pemberian materi disampaikan, beberapa kegiatanpun dilaksanakan seperti pemberian post-test di awal acara dengan tujuan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terkait Keuangan Berkelanjutan dan energi terbarukan. Setelah pemberian materi, pesertapun dikelompokan pada empat kelompok besar yang nantinya akan menjadi kelompok dalam mengerjakan studi kasus.

B. Materi Hari Kedua, Rabu 26 September 2018

Terdapat 6 materi yang disampaikan pada hari kedua. Poin-poin dari materi yang disampaikan yaitu:

  1. Pengenalan Proyek Ramah Lingkungan oleh Bapak Hanny Berchmans yang merupakan perwakilan dari USAID ICED. Materi ini diberikan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait pengembangan teknologi ramah lingkungan menggunakan energi baru tebarukan.
  2. Pengenalan Pada Proyek Mini Hidro dan Due Dilligance Proyek Mini Hidro oleh Bapak Meiwardi perwakilan dari USAID ICED. Materi ini menyampaikan mengenai perhitungan biaya yang dibutuhkan dalam membuat proyek mini hidro dari dari teknis sebelum dijalankan dan saat dijalankan.
  3. Operation and Maintanance PLTM Muara. Peserta mendapatkan profil singkat mengenai PLTM Muara yang terletak di Kabupaten Buleleng sebelum kunjungan ke site mereka keesokan harinya.
  4. Project Finance Pada Sektor Energi Terbarukan dan Analisa dan Monitoring Kredit PLTMH oleh Ibu Aria Farahmita dari LPEM UI. Peserta mendapatkan materi mengenai elemen penting dalam project finance dan bagaimana memahami proses bisnis IPP. Selain itu, pesertapun diberikan materi yang lebih rinci terkait pembiayaan proyek PLTMH.
Di hari kedua, selain menerima materi, para peserta diminta untuk membuat slogan dan logo untuk kelompok mereka. Pesertapun diberikan studi kasus yang akan dikerjakan dan dipresentasikan oleh masing-masing kelompok. Sebelum mengakhiri sesi pada hari kedua, peserta diberikan briefing singkat mengenai site visit yang akan diadakan keesokan harinya.

C. Hari Ketiga, Kamis, 27 September 2018

Pada hari ketiga, para peserta mengunjungi PLTM Muara yang berlokasi di Kabupaten Buleleng, Bali dengan jarak tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan. Selama berada di lokasi, peserta melakukan interaksi secara langsung dengan pihak PLTM Muara terkait dengan pembiayaan, hingga mengatasi masalah teknis. Setelah mengunjugi PLTM Muara, peserta kembali ke hotel dan mengerjakan studi kasus yang telah dijelaskan pada hari sebelumnya.  Selama proses pengerjaan tugas kelompok, peserta dapat bertanya kepada Ibu Allin dan Bapak Meiwardi yang menjadi mentor peserta selama pelaksanaan TAL Dasar Angkatan IV.

D. Hari Keempat, Jumat 28 September 2018

Pada hari keempat, para peserta mengerjakan post test untuk mengukur kemampuan terkait Keuangan Berkelanjutan dan PLTMH. Setelah pelaksanaan post test, hasil diskusi kelompok terkait studi kasus masing-masing kelompok dipresentasikan dengan 2 kelompok menjadi kelompok penyaji dan 2 kelompok menjadi kelompok penanggap. Setelah melakukan presentasi, terdapat sesi mendengarkan penjelasan para ahli yang terdiri dari Ibu Alin Halimatussadiah dari LPEM UI, Bapak Meiwardi dan Hanny Berchmans dari USAID ICED. Acarapun dilanjutkan dengan pengumuman nilai post test dan kelompok terbaik serta seremonial penutupan dari perwakilan kantor regional OJK Bali. Setelah acara resmi ditutup, seluruh pserta berfoto bersama dan mendapatkan sertifikat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) Tingkat Dasar Angkatan III Tahun 2018 dilaksanakan pada 31 Juli s.d. 3 Agustus 2018 di Rumah Luwih Beach Resort, Gianyar, Bali. Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku industri keuangan dalam sektor energi khususnya pada pembiayaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dalam pelaksanaannya, OJK dibantu oleh USAID ICED II dan GIZ sebagai mitra kerja. TAL dasar angkatan III ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari perbankan, IKNB, dan internal OJK.

Beberapa agenda dalam Training Analis Lingkungan Hidup (TAL) Tingkat Dasar Angkatan III Tahun 2018 adalah sebagai berikut:

A. Hari Pertama, Selasa 31 Juli 2018

Peserta TAL dasar angkatan III mendapatkan serangkaian materi terkait Keuangan Berkelanjutan dan pembiayaan berkelanjutan pada sektor PLTS sebagai berikut:

  1. Regulasi Keuangan Berkelanjutan oleh Ibu Istiana Maftuchah. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta terkait Keuangan berkelanjutan melaui POJK Nomor 51/POJK.03/2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik dan delapan prinsip yang dijelaskan dalam POJK tersebut.
  2. Energi Berkelanjutan: Pembangkit Listrik Tenaga Surya oleh Bapak Abdi Dharma Saragih (Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam). Peserta mendapatkan informasi mengenai kondisi energi primer di Indonesia saat ini. Selain itu, peserta diberikan pemaparan mengenai pengembangan energi surya di Indonesia yang memiliki peluang dan potensi yang cukup besar, serta kendala yang akan dihadapi.
  3. AMDAL, UKL-UPL, dan Izin Lingkungan serta Integrasinya dalam Pengelolaan Risiko Perbankan oleh Bapak Teguh Irawan (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Materi ini memberikan penjelasan terkait dokumen lingkungan hidup yang diperlukan dalam pembiayaan Keuangan Berkelanjutan.
  4. PROPER: Tools untuk Mengevaluasi Ketaatan Lingkungan pada Proyek Renewable Energy oleh Ibu Fitri Harwati (KLHK). Materi ini diberikan agar peserta memahami mengenai kategori dan kriteria pemilihan PROPER.
  5. Tata Kelola Sosial dan Lingkungan pada Lembaga Keuangan oleh Ibu Alin Halimatussadiah. Materi ini berisikan informasi mengenai hal-hal yang dapat mendorong implementasi keuangan berkelanjutan oleh IJK, serta inisiatif yang dapat dilakukan IJK mendorong dalam tata kelola risiko sosial dan lingkungan.

    Peserta tidak hanya mendapat materi namun juga mengikuti beberapa kegiatan seperti pembentukan kelompok, dan mengerjakan pre test di awal training agar dapat mengukur kemampuan peserta dalam memahami topik Keuangan Berkelanjutan dan energi terbarukan.

B. Hari Kedua, Rabu 1 September 2018

Seperti halnya hari pertama, di hari kedua, peserta mendapatkan pendalaman materi mengenai Keuangan Berkelanjutan dan PLTS yang disampaikan dalam beberapa bagian:

  1. Introduction Renewable Energy overview Power Purchase Agreement oleh Bapak Raymond Bona (ICED II USAID). Materi ini diberikan untuk memberikan pemahaman mengenai Independent Power Producer (IPP), serta pemain-pemain penting dalam proyek EBT.
  2. Introduction to Solar PV oleh Bapak Bayuaji Kencana. Peserta diberikan materi terkait Solar PV hybrid power system dan diperkenalkan dengan jenis-jenis aplikasi solar PV. Materi inipun memberikan informasi mengenai uji tuntas proyek Solar PV menurut praktik internasional, agar peserta semakin paham mengenai standar yang proyek Solar PV.
  3. Project Finance Renewable Energy oleh Ibu Aria Farahmita. Materi ini diberikan agar peserta mendapatkan pemahaman mengenai project finance beserta dengan elemen-elemen penting di dalamnya.
  4. Analisa Monitoring Kredit untuk Proyek PLTS oleh Ibu Alin Halimatussadiah. Materi ini berisikan informasi mengenai potensi risiko umum dari proyek PLTS, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pencairan kredit.

C. Hari Ketiga, Kamis 2 September 2018

Seluruh peserta melakukan site visit ke Pembangkit Listirik Tenaga Surya (PLTS) 1 MW yang terletak di Desa Batu Ringgit Kecamatan Kubu Kabupaten Karang Asem.

Pembangunan PLTS ini dilaksanakan langsung oleh Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM pada tahun 2012 dan diresmikan oleh Menteri ESDMJero Wacik pada 25 Februari 2013. Saat ini PLTS 1 MW Kubu sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karang Asem dan menjadi perusahaan daerah berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karang Asem Nomor 7 Tahun 2011.

Setelah melakukan site visit, kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan diskusi kelompok terkait studi kasus masing-masing kelompok.

D. Hari Keempat, Jumat 3 September 2018

Pada hari keempat, seluruh peserta melaksanakan post-test untuk menetukan kelulusan dan mengetahui pemahaman peserta terkait materi Keuangan Berkelanjutan dan PLTS. Setelah pelaksanaan post test, peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok terkait studi kasus masing-masing kelompok dipresentasikan.