Regulator Pasar Modal Luncurkan Standar Green Bond ASEAN untuk Pacu Investasi Berkesinambungan

Forum  Pasar Modal ASEAN  (ACMF)  hari ini menyelenggarakan Konferensi Pasar Modal ASEAN perdana di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan tema "Menguatkan Konektivitas Pasar Modal ASEAN," konferensi itu dihadiri lebih dari 300 peserta yang berasal dari kawasan ASEAN, yang mewakili emiten, investor, perantara, regulator dan pakar dari sejumlah lembaga seperti Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank, Asosiasi Pasar Modal Internasional dan Bank Dunia.

Sesi panel di konferensi itu membahas topik-topik yang penting bagi pertumbuhan dan peluang di kawasan ASEAN, antara lain pembiayaan infrastruktur dan  green financing (pembiayaan bagi proyek ramah lingkungan), tata kelola perusahaan, dan dinamika pasar yang kerap berubah dalam era digitisasi.

Peluncuran Standar  Green Bond  (Obligasi Ramah Lingkungan) ASEAN  (AGBS)  dilakukan bersamaan dengan Konferensi Pasar Modal ASEAN.  Standar ini disusun berdasarkan Prinsip Prinsip  Obligasi Ramah Lingkungan  ICMA  yang kemudian disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan komitmen  ASEAN.  Label  AGBS  hanya dapat dipakai emiten dan proyek di kawasan ASEAN dan secara khusus tidak berlaku bagi proyek yang terkait dengan bahan bakar fosil.

Studi yang belum lama ini dilakukan oleh Bank Dunia dan ACMF menegaskan adanya potensi yang sangat besar bagi green financing di ASEAN dengan penerbitan obligasi ramah lingkungan diproyeksikan akan meningkat hingga mencapai  1 triliun dolar pada tahun 2020.

"ASEAN  harus tumbuh dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pertumbuhan tidak boleh diraih dengan  membebani generasi masa depan. Kita perlu mendukung upaya melindungi lingkungan dan  Standar  Obligasi Ramah Lingkungan ASEAN akan membantu pengalokasian sumber daya ke investasi yang ramah bagi iklim. Dengan gembira saya juga mengumumkan bahwa  SEC  Filipina  telah memberikan komitmen untuk menandatangani Nota Kesepakatan  ASEAN  tentang Skema Investasi Kolektif  (CIS),  bergabung dengan  Singapura, Malaysia  dan Thailand,"  kata Ketua ACMF Ranjit Ajit Singh.

"Pada saat yang sama,  dalam Pertemuan  ACMF  ke-27 yang  diadakan kemarin, ACMF juga sepakat akan memfasilitasi peningkatan mobilitas tenaga profesional pasar modal. Inisiatif ini pada akhirnya akan menciptakan jalur yang memungkinkan para profesional ini memperoleh lisensi dari salah satu anggota  ACMF  untuk memberikan layanan  yang disampaikan dalam yurisdiksi negara anggota ACMF lain tanpa perlu memenuhi persyaratan tambahan," tambah Ranjit.

"Kami menyambut baik penyelarasan  AGBS  dengan Prinsip Prinsip Obligasi Ramah Lingkungan,  yang melambangkan pedoman internasional sukarela yang merekomendasikan  transparansi dan keterbukaan (disclosure),  serta mengusung integritas dalam pasar obligasi ramah lingkungan.  Kami juga mengucapkan selamat atas prakarsa mengagumkan  ACMF  untuk memperkenalkan  Standar  Obligasi Ramah Lingkungan ASEAN,  dan mendukung pertumbuhan Obligasi Ramah Lingkungan  ASEANserta kesesuaiannya dengan pasar  internasional,"  ujar  Chief Executive  ICMA Martin Scheck

Permodalan Nasional Berhad (PNB),  melalui  PNB Merdeka Ventures Sdn Bhd  (anak usaha yang dimiliki sepenuhnya oleh PNB),  adalah emiten pertama di ASEAN yang berjanji akan menerapkan  AGBS  dalam penerbitan  sukuk  untuk membiayai konstruksi Menara  Warisan Merdeka,  yang akan menjadi gedung tertinggi ketiga di dunia setelah selesai dibangun.

ACMF akan terus memegang komitmennya untuk meningkatkan konektivitas ASEAN dan memfasilitasi pengembangan solusi pasar, dengan melibatkan dan bekerja sama dengan industri terkait dan pemangku kepentingan melalui dialog.  Forum itu juga akan meningkatkan interaksi dengan Panel Konsultatif  Industri yang didirikannya untuk mengumpulkan masukan dari industry bagi proposal-proposal yang disampaikannya.

Catatan bagi Editor:

  • ACMF adalah kelompok tingkat tinggi bagi para regulator pasar modal dari kesepuluh negara  ASEAN,  yaitu  Brunei Darussalam,  Kamboja, Indonesia,  Republik Demokratis Rakyat Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.
  • Masyarakat Ekonomi  ASEAN (AEC)  didirikan pada tahun  2015  dan merupakan tonggak bersejarah dalam agenda integrasi ekonomi kawasan tersebut.  Populasi gabungan  ASEAN  mencapai lebih dari  622  juta orang dan pada tahun  2014,  secara kolektif menjadi perekonomian terbesar ketiga di Asia dan ketujuh terbesar di dunia.
  • Informasi lebih lanjut tentang  ACMF  dan  prakarsa yang diluncurkannya dapat diperoleh dari situs ACMF www.theacmf.org.
  • Untuk mengunduh  Standar  Obligasi Ramah Lingkungan ASEAN,  silakan kunjungi http://www.theacmf.org/ACMF/upload/ASEAN_Green_Bond_Standards

Berita Terkait Lain